Hai guys! Kali ini gue mau berbagi sedikit pegetahuan sekaligus pengalaman ke kalian. Postingan ini berawal dari kejadian yg pernah gue alami. Oke,gue cerita dulu ya. Jadi gini, suatu malem gue ngerasa bener-bener capek. Karena terlalu capek, jadi gue ketiduran deh. Eh, gak taunya pas tengah malem, kira-kira sekitar jam 2 gue kebangun karena denger suara ibu gue yg lagi ngomel. Dia ngomel-ngomel sama adek gue, gue juga gatau ngomel karena apa. Saat itu, semua orang dirumah gue kebangun entah kenapa. Ayah,ibu,adek gue, termasuk gue kebangun. Abis itu adek gue tidur lagi deh. Tapi, gue, ayah sama ibu gue belum bisa tidur. Kemudian, gue memutuskan untuk tidur lagi karena takut bangun kesiangan besok paginya. Gue berusaha meremin mata, tapi tetep aja gabisa. Yang bikin gue tambah gabisa tidur adalah... gue denger suara anjing dan suara ayam berkokok. Ya.. kata orang kan kalo ada suara ayam sama suara anjing tengah malem, itu artinya mereka ngeliat makhluk halus. Makanya gue takut. Entah gimana akhirnya gue berhasil tidur. Dan... tiba-tiba gue kebangun lagi. Mata gue melek, tapi seluruh tubuh gue gabisa digerakin.badan gue rasanya kaku. Trus mulut gue rasanya dikunci. Punggung gue rasanya berat. Cuma jari kaki doang yg bisa digerakin. Gue takut setakut-takutnya. Gue baca-baca ayat kursi. Dan akhirnyaa... gue bisa bangun dan gue ngerasa lega. Nah, besoknya gue cerita sama ibu ayah gue dan mereka bingung kenapa bisa gitu. Gue coba nanya ke orang-orang tapi gak ada yg tau. Akhirnya... gue nemuin jawabannya di google :D
Okee ini diaa ... Selamat membacaa..!
Semoga ini menambah pengetahuan kalian ya ;)
Sleep Paralysis
Menurut medis (kedokteran DKK),
keadaan
ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti
dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut
sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan
serasa lumpuh). Usia rata-rata orang
pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep
paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan
detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering
mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di
sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan
dengan hal mistis.
Menurut
Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis,
adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid
eye movement (REM).Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang
otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur
paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam,
tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.Saat
kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak
mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat
hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke
mimpi (REM).Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi
tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat
sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi
muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.Selain
itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat
dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi.
Jangan Anggap Remeh
Meski biasa
terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis
bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa
tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau
depresi. Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya
buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan
membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari
pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak
beristirahat.Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika
sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat.
Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam
pada jam yang sama setiap malam.Seep
paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang
(wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir
terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi
tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini. Nah,
jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli
tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya
dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung
berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu
ketika memeriksakan diri ke dokter.


0 komentar:
Posting Komentar