Jumat, 12 Oktober 2012

Sleep Paralysis


Hai guys! Kali ini gue mau berbagi sedikit pegetahuan sekaligus pengalaman ke kalian. Postingan ini berawal dari kejadian yg pernah gue alami. Oke,gue cerita dulu ya. Jadi gini, suatu malem gue ngerasa bener-bener capek. Karena terlalu capek, jadi gue ketiduran deh. Eh, gak taunya pas tengah malem, kira-kira sekitar jam 2 gue kebangun karena denger suara ibu gue yg lagi ngomel. Dia ngomel-ngomel sama adek gue, gue juga gatau ngomel karena apa. Saat itu, semua orang dirumah gue kebangun entah kenapa. Ayah,ibu,adek gue, termasuk gue kebangun. Abis itu adek gue tidur lagi deh. Tapi, gue, ayah sama ibu gue belum bisa tidur. Kemudian, gue memutuskan untuk tidur lagi karena takut bangun kesiangan besok paginya. Gue berusaha meremin mata, tapi tetep aja gabisa. Yang bikin gue tambah gabisa tidur adalah... gue denger suara anjing dan suara ayam berkokok. Ya.. kata orang kan kalo ada suara ayam sama suara anjing tengah malem, itu artinya mereka ngeliat makhluk halus. Makanya gue takut. Entah gimana akhirnya gue berhasil tidur. Dan... tiba-tiba gue kebangun lagi. Mata gue melek, tapi seluruh tubuh gue gabisa digerakin.badan gue rasanya kaku. Trus mulut gue rasanya dikunci. Punggung gue rasanya berat. Cuma jari kaki doang yg bisa digerakin. Gue takut setakut-takutnya. Gue baca-baca ayat kursi. Dan akhirnyaa... gue bisa bangun dan gue ngerasa lega. Nah, besoknya gue cerita sama ibu ayah gue dan mereka bingung kenapa bisa gitu. Gue coba nanya ke orang-orang tapi gak ada yg tau. Akhirnya... gue nemuin jawabannya di google :D
Okee ini diaa ... Selamat membacaa..!
Semoga ini menambah pengetahuan kalian ya ;)

Sleep Paralysis
 Menurut medis (kedokteran DKK), 
keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi.
  
Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi. Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.Seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini. Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

0 komentar:

Posting Komentar